IPM Wiweka Nanda
Nama Pandita : IPM Wiweka Nanda
Nama Bhawati : -
Nama Pemangku : JM I Made Yasa Putra
Tempat, Tanggal Lahir : Singaraja, 21 Juni 1964
IPM Istri Wiweka Nanda
Nama Pandita : IPM Istri Wiweka Nanda
Nama Bhawati : -
Nama Pemangku : JM Ni Made Ariasih
Tempat, Tanggal Lahir : Denpasar. 31 Mei 1968
Madeg Padiksan : Buda Cemeng Ukir,16 Desember 2015
Madeg Bhawati : Sukra Wage Kuningan,1/11/2013
Nama Griya : Wana Jati
Alamat Griya : Br Puncak Sari,Ds Puncak sari
Telp Griya : -
Nama Nabe Saksi : IPM Nabe Sandi Samyoga
Alamat Nabe Saksi : G.Kerta Sari Sakenan Baleran Tabanan
Nama Nabe Napak : IPM Nabe Jaya Wasista Nanda
Alamat Nabe Napak : G.Uma Jati Jln A. Yani No 281 Denut,Dps
Nama Nabe Waktra : IPM Jaya Darmika
Alamat Nabe Waktra : Br Galiukir Kaja,Kebon Padang,Pupuan Tbn
Keterangan : -

Kontak


Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi
Alamat

Widyagraha Kepasekan, Jalan Cekomaria 777, Peninjoan, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Bali, Indonesia.

Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi
Phone

081239672828

Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi
Email

sekretariat@mgpssr.or.id

Lokasi


Facebook


Website Resmi Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi

"Selaku Menteri Agama, saya merasa sangat berbahagia berada di tengah-tengah bapak dan ibu sekalian pada Website Resmi Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi ke X. Ini penting bagi saya, acara lima tahun sekali. Bayangkan, jika ini terjadi berarti saya akan hadiri ini yang pertama dan terkahir," kata Fachrul Razi diikuti tepuk tangan Semeton Pasek yang hadir.

Menag berpesan agar suasana kerukunan yang ada tetap terjaga dan dapat ditunjukkan pada pertemuan MGPSSR ke X ini. Aaran agama Hindu perlu diinternalisasi agar umat menjalankan dharma dalam segala bidang profesi untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Saya berharap MGPSSR perlu merumuskan ke arah perkembambangan zaman dan era disrupsi," harap Menag.

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa MGPSSR adalah musyawarah semeton Pasek di Bali. Semeton Pasek merupakan salah satu klan dan menjadi keluarga yang terbesar di Bali, lebih 60 persen dari seluruh jumlah penduduk yang ada.

"Ini harus di kelola dengan baik dan apik," kata I Wayan Koster.

Dijelaskan I Wayan Koster, Maha artinya besar, dan Sabha artinya pertemuan. Gelaran ini merupakan acara yang ke X yang dilakukan dalam lima tahun sekali. Ini berarti sudah 50 tahunan berdiri.

"Gelaran ini menjadi istimewa, karena ini yang pertama dihadiri oleh Menteri Agama, di tengah-tengah masyarakat klen Pasek," tambah I Wayan Koster.

Diakui Gubernur, masyarakat Bali pada realitasnya sangat toleran, cinta NKRI, cinta Pancasila, dan senantiasa bersama-sama membangun Bali yang lebih baik, damai sejahtera.

Acara dimulai dengan tari penyambutan, tari Puspanjali dari Sanggar Difabel Dewata Gianyar, dilanjutkan doa agama Hindu.

Tampak hadir Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, Rektor IHDN Denpasar I Gusti Ngurah Sudiana, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Ketum MGPSSR, perwakilan MGPSSR pusat dan daerah se-Indonesia.